MY DEAR LEE
There’s should be another way than to choose your own way.
My dear lee. This stubborn life of mine begin to annoying my deepest intuition. Everyday I should start all of my routine with all Ato Z things. Nevertheless I can’t only take some different route to my way.
Disitulah kita mulai bertemu, dalam sebuah percakapan universal mengenai kehidupan. Cerita mengenai orang-orang terasing yang teralienasi dan kesepian.
Sosialita kehidupan dan hal-hal ringan pun kerap kali jadi alasan-alasan yang merindukan untuk saling kita bahas setiap harinya. Mulai dari matinya AC kantor ataupun potongan remah-remah kue yang berserekan di meja menunggu untuk disemuti. Saling empati membuat kita sama-sama leluasa untuk berbagi ruang-ruang kisah keseharian kita, memisahkan jarak 12 jam diudara.
Lee, you know what? I’m trying something crazy today. When I’m on my way home, I can avoid all the imaginary smells of the rain. Those senses lead me to taste each of the drops. An suddenly I’m stopped my walk, dropped my caps and opened up my tongue. Wow.. their taste great. Specially when all the drop falls into your face. Those rhythms create a new sensation to my felling, suddenly I’m dancing all alone beside the streets, laughing, running and dancing. You should try it Lee!!
Dan kitapun semakin dekat, semakin dekat hingga tiada lagi sisi sisi kedalaman rasa kita yang tidak terbagi. Dengan Lee aku merasa kembali memanusiakan diriku, yang lelah setiap harinya menghadapi kekecewaan manusia.
Lee, it looks doesn’t work each day. I want to escape Lee, I wan’t to run away from all this miserable ideas of reality. Take me Lee, please.. just for this one night. And tell me a story now. Epic fairytales about heroes and their dragon, about princess and their white horses. I’m charmed now with all those beauties.
Kontemplasi demi kontemplasi kita dalami bersama. Kita menjadi begitu mengerti satu sama lainnya. Kitapun mulai menciptakan bahasa-bahasa rahasia yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang jatuh cinta, atau orang-orang yang tergila-gila lainnya. Dalam sebuah dunia maya, aku dan Lee menjadi sepasang kekasih. Menghidupkan taman-taman bertabur bintang barisan huruf-huruf keyboard dan lukisan-lukisan 2 dimensi pada layar monitor 17 inch.
Good Night Lee, sleep tight my dear…
Turn Off <click> Windows is shutting down…..
HANYA MANUSIA
Matiii…mati saja kalian para kapitalis rakus pemakan rakyat kecil dalam gemerlapnya dunia. Biarlah bencana-demi bencana merebut orang-orang tak bersalah agar mereka bahagia di alam sana, tak perlu lagi merasakan kecurangan dan pembodohan manusia-manusia tak beretika. Berbahagialah saudara-saudara setanah airku di alam baka. Karena Tuhan pastinya sangat menyayangi kalian, hingga kalian tidak perlu lagi merasakan kegetiran dan kemunafikan hidup yang harus dihadapi oleh manusia-manusia mesin sistem kebobrokan Negeri ini. Wahai bangsa penuh bencana, datang dan menggelegarlah seluruh alam Jagad Raya!!Renggutlah jiwa-jiwa tak berdosa dan sisakan saja srigala-srigala rakus di dunia ini, agar mereka dapat saling mencabik dan melukai sesama mereka sendiri. Berikan mereka sisa nafas, meski tinggal beluang dan biarkan mereka rasakan sakitnya kerakusan mereka satu persatu dalam tiap denyut lamban sisa-sia nadi mereka. Dan biarlah kami insan tak berdaya Mu menjadi pemerhati dan mengasihani mereka.
Wahai angin, kau pasti bisa merasakan galaunya perasaan kami hingga kau bertiup menari dengan nakalnya. Wahai Bumi, kau pasti juga ikut merasakan gemuruh rasa tangis dan amarah kami, hingga kau membuncah dan merenggang dengan hebatnya. Alamku hanya bernyanyi, mengikuti syair-syair manusianya. Alamku hanya ingin bercerita dan mengajak kita untuk merasakan derita mereka, derita manusia sesama. Tanpa dimahkotai oleh kekuasaaan dan jabatan, dan alamku hanya menegur sapa dengan manisnya. Bahwa kita hanya manusia, dan bukan siapa-siapa. Hanya manusia dan bukan siapa-siapa.
Apalah arti sebuah kekuasaan, apalah arti penghormatan, apa pula arti sebuah jabatan dan kekayaan, apabila itu semua hanya akan mengurangi setiap inci usiamu, setiap jengkal hidupmu, apabila itu hanya akan menambah rasa benci dari orang-orang yang telah kau tindas. Dan kembali kau akan tertarik pada lingkaran karma, kembali pada lingkaran karma ciptaanmu sendiri. Rasakanlah kegetiran hati mereka yang kau sakiti dalam kesakitan tubuhmu, rasakanlah dendam mereka yang telah kau bodohi dalam nyeri setiap tulangmu. Karena hidup hanya akan berjalan apa adanya. Bahwa kita hanya manusia, dan bukan siapa-siapa. Hanya manusia dan bukan siapa-siapa.
LATERAL
Biarkan aku berzinah dengan pembenaran yang berjalan sejajar dengan harapan yang tak kunjung datang. Bergantung-gantung mengayun disapu angin musim kemarau. Dan biarkan kuciptakan bahagia ku sendiri, merajut kisahnya, menyusun bata-bata senang dan senyumannya sendiri. Kan kuukir lamat-lamat dengan manik-manik indah satu persatu agar tiadalah tampak retaknya. Sedikit sapuan warna ceria pasti kan memudarkan kusamnya, biar kucoba padukan dengan mutiara-mutiara sepuhan putih berkilau agar tiada lagi tersungging galau. Toh tiada yang kan menyadari bahwa ini semua hanyalah sekedar pembenaran. Mudah-mudahan mereka masih memandangnya sebagai harapan. Dan ketika ditanya aku hanya punya satu jawaban, Aku Bahagia…
BALADA PEREMPUAN DIATAS JOK
Sarung tangan, sweater, masker dan helm caberg hitam kesayangan. Kunci kontak dengan gantungan capoeira abu2. Tahan rem kiri nyalakan starternya, eits bu brangkat!! Cium tangan dan rambut berkeringat seusai senamnya. Tarik gas!! Slipi 82 A, Here I Come, Mengalun beat-beat dan suara Steven and Coconout trees dari Mp4 tak bermerek yang bentuknya serupa dengan ipod nano bajakan cina.
Aku ingin nyanyikan lagu…..
Buat kaum… kaum yang terbuang…
Hidup di alam bebassss uauhuk…uhukk…hoekk..
Huaahh!!, Kopaja sialan!! Tapi buat apa mengutuk, Asap solarnya itu loh mengganggu. Sialan Macet, banting strir ke kiri deh lewan jalan tikus. Geblek jalan tikus belakang harkit mang ribet, mana banyak polisi bo2nya lagi.
Yah Slipi 82 A, kantor ketiga yang selalu menjadi tujuan rutinitasku setelah 1 tahun ini meninggalkan Bandung, teman, sahabat, kebebasan, kuliah, cerita tentang ekspresi dan idealisme. “Le!! Mandi dulu dong!! Celetuk Petrus. Berantakan banget lo! Yah inilah lukisan kerasnya jalan Jakarta. Dalam hati aku mengutuk, kalo gw tinggal di apartemen gedung sebelah dan pulang pergi dianter jemput pake sedan mewah lo juga kagak bakalan punya alasan buat basa-basi negor gua dengan ceng-cengan basi kayak gitu. So f***in synical gw kumat. Tapi tetep ngga keluar celetukan baliknya. Yah begitulah hidupku diantara asap knalpot kendaraan Jakarta. Mulai dari jarak Sunter-Kelapa Gading hingga Sunter-Slipi, Mimo (Mio Motor) sayang siap sedia mengantarkanku tanpa rewel.
Weits jangan salah, odong-odong jepang ini ngga se cemen namanya. Biarpun terdengar imut mesin otomatis 110 cc ini bisa digeber duluan di setiap lampu merah, blum lagi bodynya yang aerodinamis mampu memanfaatkan ruang mini malis di setiap sela jalan jakarta yang macet. Jangan takut nyenggol mobil sebelah, karena dijamin ukuran Mimo ngga bakalan lebih gede dari motor standar lainnya, meski kadang suspensinya terbilang keras untuk menghadapi tiap jalan berlubang. Tapi masalah tersebut tidak lain dikarenakan ukuran ban yang kecil dengan velg racing yang lebih rentan penyok. Tapi selama kamu jeli dan hapal lobang-lobang yang ada ditiap jalanan yang lo lewatin, dijamin kamu bakalan melaju mulus bahagia tak terkira…
SATU MALAM BERDIRI
One Night Stand=Satu Malam Berdiri Iya hanya satu malam berdiri, satu malam saja tidak lebih. Satu malam yang begitu menegangkan karena kita sama-sama berdiri. Tegak dalam ego kita masing-masing. Kenapa kita harus berdiri pada nilai kita sendiri pada suatu sisi namun begitu merindukan perlekangan raga disisi lainnya? Atau karena duduk terlalu lama juga kadang begitu melelahkan.
Jadi biarkan satu malam itu kita berdiri saja. Tidak terlalu lelah, tidak terlalu jenuh, meski sedikit berpeluh. Berdiri dalam ketinggian kita masing-masing, bebas mentidakstarakan pandangan kita. Jadi satu malam itu kita memang berdiri, Berdiri=berdiri sendiri, tenggelam dalam pemaknaan hati kita masing-masing. Adakah hati disana? Atau hanya sekedar cerita tentang kita sendiri-sendiri. Kita tak saling curiga, meski tidak berbagi nama, karena satu malam berdiri itu menjadi begitu istimewa. Kau dan aku menjadi dua tubuh yang tak berjarak melebur dalam satu raga, begitu mengerti dan terlelap didalamnya.
Satu malam berdiri itu kau menatapku dalam, membiarkan tatapan kita lekat dan bibir kita saling bertaut. Mendekap erat membisikan cerita di pucuk daun telinga, mengayunkan langkah yang tercipta dalam irama jari jemari kita. Berdansa diatas angin yang berhembus nakal diatas permukan tahan yang basah oleh hujan. Malam itu, ketika kita sama-sama berdiri, kita mungkin sama-sama mengerti bahwa hanya kita yang mengerti.
Satu malam berdiri menjadi cukup indah ketika iya kini hanya mengatung-ngatung dalam benak kita. Cukup satu malam berdiri, karena satu akan melengkapi dan dua terlalu berlebih. Jadi, biarkan satu malam berdiri itu kau panggil aku sayang dan kita saling berbagi ruang.
TIGA TITIK AWAL DAN AKHIR
…Jadi
Dimana kau temukan hari ini? Didalam sebuak kotak makan siang berisi sandwich sisa kemarin?
Lagi rindu dengan sarkastik rasa lapar. Setelah berminggu-minggu menahan gejolak enzim sialan, membuatku semakin mual. Jadi tidak ada kompensasi sedikit pun untuk semua penyakit manusia-manusia modern ini? Setidaknya biarlah ku cicipi bau selembar bahagia dan rasa puas milikmu wahai sahabat! Aku tau aku memang munafik, seperti katamu. Aku pura-pura ngga butuh duit, tapi memang kenyataannya aku hanya butuh makan, meski terlihat tolol aku bahagia. Memang tipis sekali benang merah antara ketidaktahuan dan rasa takut. Kedua-duanya punya pembiasan fungsi. Seperti makna dari sebuah arti, bisa membiaskan harapan-harapan mu dari harapan yang ada dibenakmu sendiri. Jadi sebetulnya aku hanya butuh cerita, yah sebuah prosa mungkin yang membuatku dimaki dan dibuang oleh sahabatku sendiri. Dia mengalienasi pemikiranku, menjadikannya sebagai bahan percobaan tidak bermakna untuk kemudian dibuang karena dianggap terlalu berbahaya dan bisa mengancam kehidupan kami. Dan tetap dia menyebut kata “KAMI” yang berarti dua individu. Sudahlah! Setidaknya aku masih bisa diberi sedikit sisa ruang untuk bermakna. Jadi ada sebuah dialog unik yang coba kami ciptakan dalam andai-andai yang konyol. Menjerumuskanku pada sebuah ambiguitas tujuan. Kamu memang terlalu pintar membolak-balikan posisi. Setan! bedebah terkutuk peluruh makna. Berhentilah mengkonstruksi pikiranku dengan pendapatmu. Jadilah aku bajak laut kelaparan terombang ambing di laut lepas menunggu disantap hiu-hiu tolol! Mengapa semua harus kau benturkan dengan realitasmu sendiri?? Jadi ini hanya sekedar ego yang dibungkus kepedulian dan kasih sayang? Aku terlalu naif kali ini…
AGONY
Love me darlin and sanctuary my faceless
Thou them i’m just a sinner in ending apocalypse
And again, speechless condemn tryin to shrink up my ego
Keep it!! Keep it!! And don’t let any one know
Fight in the battle, out my creepin tears
Facing the truth that could be my own fears
Turnin an ashes back to whole soul
Changing my pain into live control
Except my tasteless body lyin in a cold snow
What else could you ever want to know?
Look down deep into those eyes!
Empty and never ask for apologizes
Won’t be deny that it tasted just a little try
Don’t be ashamed now, and stop to cry!
Memorizing A Pain that turn out into a dammed curse surrounding my own whole life. You know? A poison would taste bitter and make you stronger, but a sweetness can pained you a thousand sickness that last in the end. So wake up my dear consciousness!! Life isn’t that hard to understand.
RAGA YANG MENUA
Bulan sabit terbelah
menjelma perih dalam raga yang menua
terlepas dari kebijakan rabun sang pujangga
Kehidupan menambah usiaku dalam dua angka penentu utuh
tak mampu menjawab keberadaan raga yang menjauh dari jiwanya
Kau tau, aku gelisah dengan selaksa nyanyian alam raya
tak memudahkan mungkin
tapi bernyanyi tanpa daya merunut nada
Aku hanya ingin pulang, setidaknya berjalan pulang
Pada hakikat, ya sebuah hakikat
berhenti dari pencarian tak menentu
tak mau melesu dalam ketuaan raga
Wahai Batara Kama penyapa nyawa
biar ku mati dan pergi ke nirwana
JANGAN MAIN-MAIN DENGAN KEPERCAYAANMU
Sialan, dia memang brengsek,..
Laki-laki itu langsung merasa superior ketika kubercerita bahwa aku sudah tidak perawan. Merasa berkuasa atas filosofi hidupnya yang rutin bermasturbasi tiap minggu. Dia tidak pernah menyadari bahwa lekuk tubuh wanita terlalu indah untuk sekedar dia nikmati melalui blue film dan majalah porno. Ketika ditantang diskursus mengenai virginitas, dia mengkerut. Memilih untuk mengagungkan pemahamanya mengenai wanita. Dengan sesumbar dia ngotot mengusung mitos agama. Kini ia telah menjadi begitu menyebalkannya karena telah menilai tanpa objektivitas. Menganggap sex sebagai hal yang menjijikan dan tabu untuk dikonsumsi tapi halal untuk diicipi.
Lucunya, suatu malam kupergoki dia, penasaran menawar pecun-pecun Mahakam. Dan lagi, kekerdilannya tidak berani membayar mahal keindahan tubuh wanita. Baginya tubuh wanita terlalu mahal untuk dihargai 600 ribu.
Akupun tertawa terbahak-bahak ketika ia menceritakan kisahnya yang baru saja ditinggalkan pacarnya. Wanita yang 4 tahun terakhir ini dia cintai dan pupuk keperawanannya untuk dinikmati di ranjang pengantin. Namun kini dimiliki dengan cuma-cuma oleh laki-laki lain. Ironis!
Satu hal lainnya yang selalu dia banggakan dan terdengar menjijikan di telingaku. Dia selalu bercerita bahwa banyak sekali wanita yang mengatakan betapa seksi bibirnya dan berkomentar “Kayaknya nyium bibir loe enak kali ya”. Aarrghhhhh…O my Almighty, $#@!! Suatu cara pengalihan dan penyesalan yang ngga banget gitu deehh…. Karena aku tau sebetulnya dia hanya mengutuk keperawanan bibirnya yang kering dan pecah-pecah.
Kenyataannya dia hanya laki-laki berusia 27 tahun tanpa sex appeal. (jangan dianggap laki-laki saja yang punya kacamata konstruksi wanita, wanita juga punya konstruksi terhadap sosok laki-laki idaman). Laki-laki yang termakan pada doktrin berat sebelah absurb, tanpa tau batas mana yang tepat untuk memposisikan dirinya. Kalau saja dia mau jujur dan rendah hati, dia tidak perlu memaksakan dirinya begini….
To: U suck
A FREEDOM TO LIVE
Capoeira sebagai salah satu jenis bela diri nasional negara Brasil dalam sejarahnya tidak terlepas dari unsur politis dan kekuasaan. Capoeira sendiri dilahirkan oleh para budak Afrika sebagai bentuk pemberontakan terhadap penindasan dan perlakuan yang tidak adil pada diri mereka. Salah satu usaha yang seringkali menjadi motif seseorang untuk memperthankan kekuasaan adalah dengan menanamkan rasa takut, karenanya rasa takut menjadi suatu hal yang lazim digunakan oleh orang yang berkuasa untuk mengendalikan orang lain. Bayangkan sekitar lima belas orang budak Afrika dengan kondisi fisik yang cukup kuat dan terlatih bekerja di perkebunan, akan tunduk hanya pada sebuah cemeti yang dipegang sang mandor. Tapi manusia, tetaplah manusia… Diawali dengan mengkonstruksi konsep manusiawi dan kebebasan dalam benak mereka. Suatu usaha dialektis yang pasti terjadi dalam pertarungan batin. Lalu dilanjutkan pada kesadaran akan hak, kemauan, dan keberanian. Keberanian untuk mewujudkannya dalam sebuah tindakan, menjadikan pemberontakan sebagai sebuah proses untuk menuju ke arah hidup yang lebih baik. Berontak bukan tanpa sebab… Kesalahan yang sering terjadi ketika konsep kebebasan sering diputar balikan antara Kebebasan dari… atau Kebebasan untuk… Makna semiotik yang terkandung tentu memberikan pengertian yang berbeda terhadap masing-masing konsep. Kebebasan dari… hanya mempertimbangkan suatu usaha agar terlepas dari suatu kondisi, hanya memperhatikan satu sisi pendorong, unplanned.. Kebebasan untuk… Melakukan suatu tindakan dalam usaha untuk mencapai sutu hal tertentu, memperhatikan faktor penarik, dan terencana ke depan.. Dan begitulah alkisah budak-budak yang berhasil kabur dari tuan tanahnya, mereka mendirikan pemukiman di pedalamam hutan yang dikenal dengan daerah palmares. Sambil menyusun rencana untuk membebaskan teman-teman mereka yang lain dengan cara menyamar sebagai pedagang mereka terus berlatih Capoeira untuk mempertahankan diri dari serangan para penjajah. Banyaknya budak yang kabur telah membuat si Om Portugis rugi bandar, banyak lahan-lahan yang tidak terurus, gara-gara budaknya pada kabur ke palmares. Omset penjualan menurun, defisit ekonomi negara membuat para penjajah itu makin kelimpungan ditinggal sumber daya manusia terbesarnya. Faktor X yang tak akan pernah terjawab dalam setiap cerita hidup dan sejarah manusia. Unsur absurb yang tak terukur dalam varibel angka ataupun logika. Cerita Tuhan… Belanda melalukan invasi mendadak ke Brazil. Om Brazil yang jelas-jelas sedang dimusuhi oleh istri dan anak-anaknya tidak mampu menghadapi serangan gaya debt collector yang dilakukan Belanda. Portugis angkat kaki, Belanda dapat rumah sitaan. Walhasil istri dan anak-anak yang merasa memiliki rumah tersebut tidak terima hak mereka diambil semena-mena. Dengan mgumpulkan semua kekuatan yang tersisa para budak terus melakukan perlawanan gaya gerilya kepada Belanda. Belanda dengan pemikiran kolonialisnya menganggap palmares sebagai ancaman untuk menjalankan kekuasaannya, dan akhirnya sebagian pasukanpun dikirim untuk melakukan penyerangan ke daerah tersebut. Dan Tuhan, mulai mengarang lagi… Nasib para budak yang dikejar-kejar penjajah itu memang beruntung bisa lolos dari lubang jarum. Penjajah itu diduga tidak dapat mencapai palmares (alasannya sih karena medannya yang berat, dan karena para budak itu dibantu orang-orang indian penduduk asli pedalaman).