Filed under: Uncategorized
Ini hanya sebuah cerita mengenai keyakinan, ambisi, cemburu, cinta dan konspirasi. Sebuah elegi apik dari perjalanan frame to frame foto, yang sedikitnya memiliki cuplikan menarik apabila ia disusun dalam barisan-barisan ekspresi dan peranan.
Ada Nyonya Nancy yang setiap kenyataan hidupnya tidak pernah lepas dari derang dering handphone, sibuk mondar mandir sana sini menerima berbagai macam orderan. Mulai dari urusan selangkangan sampai urusan sabu menyabu. Lalu ada Tracy, asisten Nyonya Nancy yang sudah dianggap anaknya sendiri. Seorang perempuan yang lebih memilih untuk tidak memilih jenis kelamin bagi dirinya. Kepatuhannya pada Nyonya Nancy membuatnya bisa memerankan apa saja untuk sang Nyonya. Hingga pada suatu ketika Nyonya Nancy merasa perlu untuk memberi pelajaran hidup metropolis pada anak didiknya yang bernama Betty, ia adalah mahluk hasil transeksual yang bisa dibilang cukup berhasil dalam mengumpulkan klien-klien berdompet tebal. Betty memang mulai menunjukan geliat kenakalannya di sela-sela menerima panggilan langganannya. Nyonya Nancy mendapat laporan bahwa Betty sering kabur-kaburan setiap sopir datang untuk mendrop ataupun menjemputnya. Untuk membuktikan hal tersebut diperkerjakanlah Tracy. Suatu malam ketika Betty keluar dari lobby hotel bintang lima setelah melakukan pekerjaan seperti biasanya, Tracy berinisiatif membuntutinya dari belakang….
1 Comment so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
terus.. terus..
gandaraphobia 05.08.08 @ 6:30 pm