Filed under: Uncategorized
When I
know that you’re not alone than I’am all alone
Siapa sangka si penjatuh cinta kali ini kecewa
untuk kesekian kalinya. Padahal dulu ia sempat berjanji untuk tidak jatuh cinta
lagi. Karena memang cinta yang selalu membawanya hidup, dan terakhir kali
kudengar dia mau mati saja. Memang cinta yang tak bisa dihindarinya itu seperti
cinta-cinta lainnya, hanya bisa jadi sedikit lebih banyak atau mungkin sedikit
lebih kurang. Tapi lagi-lagi cinta yang memang
sudah menjadi warnanya sehari-hari itu lah yang selalu
membuatnya jatuh. Sudah kunasehati berulang-ulang untuk berhentilah sekali-kali mencinta!
Buat apa buang waktu untuk menye-menye melulu. Tapi
tetap saja, namanya juga si pejantuh cinta, dengan pembelaan tidak sengajanya
ia jatuh cinta lagi. Dan begini lah akibat dari jatuh cintanya kali ini,
kecewa. Dia bilang dia baru dibohongi (lagi?!?@#$), cuman bedanya kali ini ia
dijebak ketika dia sedang belajar untuk tidak mudah jatuh cinta. Yeah so obvious,
kataku. Tadinya memang ia tidak ingin percaya, atau memang belajar untuk
meniadakan rasa di hatinya yang mulai menggelitiknya tidak biasa. Hingga tanpa
disadarinya penyakit itu tumbuh inci demi inci menjalar ruas demi ruas dari
otak hingga ke hatinya. Yah seperti yang lalu-lalu kini ia hanya bisa meringkuk
dalam batas gelap rasanya. Sudah lah biarkan dia mengobatinya sendiri, dia juga
sudah tau koq paracetamol terbaik untuk hatinya. Karena seperti biasa aku juga
tidak bisa berbuat apa-apa jika si pejantuh cinta sudah jatuh sakit begini.
1 Comment so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
he’s old..
he’s stupid..
he’s hungry..
he’s sore..
he’s blind..
he’s lame..
he’s dirty..
he’s poor..
_lOvErmAN_
ARIEF 01.10.08 @ 2:55 am