Malam Pasca Purnama Kala Kunang Jadi Raja


TARIAN OMBAK
September 18, 2007, 6:48 am
Filed under: Uncategorized

Dalam sebuah tarian ombak. desir jiwa mengalir bersama alunan dentuman bass dan tarikan cello, malam itu ketika pecahan ombak menyentuh bibir pantai Jimbaran, kuregangkan tiap ruas ototku. Membiarkan irama musik dan jeritan orang-orang di meja makan menyatu dalam bait-bait irama ringan.Asap harum sajian makan malam pun berhembus bersama nafas-nafas beraroma bir yang keluar dari bibir-bibir nakal berbincang halus. Aku lelah mengecap cerita ringan dan lucu sedari tadi. Aku pilih menepi pada  bibir pantai Jimbaran dengan ramai hiruk pikuk ombak mengiring malam, membiarkan buih-buihnya mengejar jejak-jejak kakiku untuk kembali menarik pasirnya ke laut. Kucoba berlari-lari kecil ketika panjang ombak membesar menenggelamkan mata kakiku. Sementara itu tak henti-hentinya juga kuhirup dalam-dalam harum garam semerbak getir asin bau pantai malam itu. Dan orang-orangpun mulai bernyanyi di ujung sana disana, mabuk, dan saling menyentuh, merekatakan tubuh-tubuh mereka dalam alunan malam yang menghangatkan mereka dari dinginnya angin-angin laut. Aku pun kembali berlari mengejar ombak yang memilih tertarik ke laut. Melopat dalam hitungan staccato berputar, dan melompat lagi.  Temaram lentera jimbaran pun mengerjap-ngerjap malu mengikuti harmonisasi bayang-bayangku yang masih terus menari dan menari bersama langkah-langkah nakal pemecah ombak. Irama pun kian naik pada hitungan yang lebih dinamis intens dan cepat, seiring larutnya malam, menggelayuti setengah purnama temaram penyelimut garis pantai. Kali ini kakiku memilih berlari lebih cepat menantang ombak, meyapu buih-buihnya kesana kemari, terjatuh untuk kemudian bangkit lagi. melangkah rapat-rapat dan membentang lagi. Ku liukan jemariku, bersama irama tubuh dan peluh yang menyatu dengan asinnya air laut. Ku kerjapakan mataku nakal sambil  tertawa, tersenyum, dan menari sepuas-puasnya sendiri. Tanpa menyadari kau terduduk di tepi pasir kering dengan segelas bir sedari tadi. Tersenyum dan tertawa kecil memandangku dalam tatapan anak-anak penonton pertunjukan boneka tali.