Malam Pasca Purnama Kala Kunang Jadi Raja


BINTANG MERAH TERTAWA DALAM PURNAMA
August 2, 2007, 5:25 am
Filed under: Uncategorized

Ketika sebuah ruang
berbagi menjadi begitu hangat dengan ratapan mendalam seorang perempuan sakti
mandraguna.
Aku hanya ingin kau menciumku di pantai itu dengan bulan yang
teramat cantik. Tapi tidak pula kau lakukan, tidak pula sebuah pelukan. Kamu
memang terlalu baik dan aku hanya ingin mencoba jujur. Karena ketika sang
purnama jatuh di buih-buih ombak, ada deru haru seribu ragu tentang kelelahan
menjadi seorang jagoan yang mendambakan kenyaman menjalankan kehidupan.
Kau pun terdiam dan mendengarkan, lagi hanya pecahan ombak yang menjawab. Apakah
memang tiada rasa disana, dan aku pun berhenti menunggu jawaban, karena gemuruh
ombak milikmu terdengar begitu lirih di telingaku, mungkin angin laut
malam ini terlalu pelit untuk berhembus menyelesaikan ceritanya.
Aku hanya ingin menangis.. dan mengapa tidak kau biarkan saja tangis itu terjatuh di
didamu. Pfftt…pepatnya dada ini tak bisa menyelesaikan tangisku dengan
sempurna, karena engkau dengan begitu cerdasnya tidak membiarkan aku menangis
begitu saja. Kamu terlalu takut untuk melihatku menangis…




3 Comments so far
Leave a comment

salut

   nda 08.23.07 @ 4:24 pm

wouuuuw….duaaaaaalem buaaaaaanget…!!!! pengalaman pribadi…???

   Iwan 09.04.07 @ 1:27 pm

sebetulnya kenapa harus dipersempit sebagai pengalaman pribadi wan? Gw lebih suka menyebutnya sebagai Cerita hidup…

   Leoni 09.05.07 @ 7:40 am



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>