Filed under: Uncategorized
Matiii…mati saja kalian para kapitalis rakus pemakan rakyat kecil dalam gemerlapnya dunia. Biarlah bencana-demi bencana merebut orang-orang tak bersalah agar mereka bahagia di alam sana, tak perlu lagi merasakan kecurangan dan pembodohan manusia-manusia tak beretika. Berbahagialah saudara-saudara setanah airku di alam baka. Karena Tuhan pastinya sangat menyayangi kalian, hingga kalian tidak perlu lagi merasakan kegetiran dan kemunafikan hidup yang harus dihadapi oleh manusia-manusia mesin sistem kebobrokan Negeri ini. Wahai bangsa penuh bencana, datang dan menggelegarlah seluruh alam Jagad Raya!!Renggutlah jiwa-jiwa tak berdosa dan sisakan saja srigala-srigala rakus di dunia ini, agar mereka dapat saling mencabik dan melukai sesama mereka sendiri. Berikan mereka sisa nafas, meski tinggal beluang dan biarkan mereka rasakan sakitnya kerakusan mereka satu persatu dalam tiap denyut lamban sisa-sia nadi mereka. Dan biarlah kami insan tak berdaya Mu menjadi pemerhati dan mengasihani mereka.
Wahai angin, kau pasti bisa merasakan galaunya perasaan kami hingga kau bertiup menari dengan nakalnya. Wahai Bumi, kau pasti juga ikut merasakan gemuruh rasa tangis dan amarah kami, hingga kau membuncah dan merenggang dengan hebatnya. Alamku hanya bernyanyi, mengikuti syair-syair manusianya. Alamku hanya ingin bercerita dan mengajak kita untuk merasakan derita mereka, derita manusia sesama. Tanpa dimahkotai oleh kekuasaaan dan jabatan, dan alamku hanya menegur sapa dengan manisnya. Bahwa kita hanya manusia, dan bukan siapa-siapa. Hanya manusia dan bukan siapa-siapa.
Apalah arti sebuah kekuasaan, apalah arti penghormatan, apa pula arti sebuah jabatan dan kekayaan, apabila itu semua hanya akan mengurangi setiap inci usiamu, setiap jengkal hidupmu, apabila itu hanya akan menambah rasa benci dari orang-orang yang telah kau tindas. Dan kembali kau akan tertarik pada lingkaran karma, kembali pada lingkaran karma ciptaanmu sendiri. Rasakanlah kegetiran hati mereka yang kau sakiti dalam kesakitan tubuhmu, rasakanlah dendam mereka yang telah kau bodohi dalam nyeri setiap tulangmu. Karena hidup hanya akan berjalan apa adanya. Bahwa kita hanya manusia, dan bukan siapa-siapa. Hanya manusia dan bukan siapa-siapa.
2 Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
memang zzzzaman sudah berubah, begitu pula pola pikir manusia, semakin hari semakin berkembang tapi sayang perkembangan itu semakin hari semakin terpuruk dalam nafsu kekuasaan dan nafsu2 lainnya. kaum kapitalis memang cocok untuk berkembang di negara miskin seperti negara kita ini, udah miskin harta miskin SDMnya, miskin spiritual dan banyak masih banyak miskin2 yang lainnya. yang pentil memang kita sudah seharusnya sadar diri dengan melihat siapa diri kita, dimana kita dan kita hidup sama siapa, tapi dibalik itu lebih dalam lagi kenapa kita lahir di negeri miskin ini?
reinkarnasi tak terlepas dari perputaran karma, karma yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik begitu juga sebaliknya.
kaum kapitalis kaum kapitalis… ah memang menyebalkan kalau mendengar kata itu.
hidup kapitalis… upsss bunuh saja kapitalis itu dengan baygon, btw kapitalis itu apa sih?:-0
Gusti 03.08.07 @ 9:21 amDasar widiww dudut!!
Leoni 03.13.07 @ 6:22 pmKaumkapitalis itu yang menjadikan perut six pack elo sebagai industri yang harus di konsumsi oleh masyarakat. Huehehehe dasar yawda semoga lo terpilih sebagai juara di LMHUNT capitalism trend dah..huehehehe