November 1, 2006, 7:17 am
Filed under: Uncategorized
Filed under: Uncategorized
Biarkan aku berzinah dengan pembenaran yang berjalan sejajar dengan harapan yang tak kunjung datang. Bergantung-gantung mengayun disapu angin musim kemarau. Dan biarkan kuciptakan bahagia ku sendiri, merajut kisahnya, menyusun bata-bata senang dan senyumannya sendiri. Kan kuukir lamat-lamat dengan manik-manik indah satu persatu agar tiadalah tampak retaknya. Sedikit sapuan warna ceria pasti kan memudarkan kusamnya, biar kucoba padukan dengan mutiara-mutiara sepuhan putih berkilau agar tiada lagi tersungging galau. Toh tiada yang kan menyadari bahwa ini semua hanyalah sekedar pembenaran. Mudah-mudahan mereka masih memandangnya sebagai harapan. Dan ketika ditanya aku hanya punya satu jawaban, Aku Bahagia…
3 Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
dunia memang serangkaian pembenaran
ya, mari kita bermain-main dengannya…
Luthfi 11.12.06 @ 12:44 amLalu mana yang benar sebenernya? “Benar” itu sendiri atau “Pembenaran” itu sendiri?
Leoni 03.13.07 @ 6:24 pmbaik ga selalu bener, dan bener ga selalu baik.. ah, kitu we lah pokona mah…
-GaNdArA- 04.06.07 @ 5:03 am