Filed under: Uncategorized
One Night Stand=Satu Malam Berdiri Iya hanya satu malam berdiri, satu malam saja tidak lebih. Satu malam yang begitu menegangkan karena kita sama-sama berdiri. Tegak dalam ego kita masing-masing. Kenapa kita harus berdiri pada nilai kita sendiri pada suatu sisi namun begitu merindukan perlekangan raga disisi lainnya? Atau karena duduk terlalu lama juga kadang begitu melelahkan.
Jadi biarkan satu malam itu kita berdiri saja. Tidak terlalu lelah, tidak terlalu jenuh, meski sedikit berpeluh. Berdiri dalam ketinggian kita masing-masing, bebas mentidakstarakan pandangan kita. Jadi satu malam itu kita memang berdiri, Berdiri=berdiri sendiri, tenggelam dalam pemaknaan hati kita masing-masing. Adakah hati disana? Atau hanya sekedar cerita tentang kita sendiri-sendiri. Kita tak saling curiga, meski tidak berbagi nama, karena satu malam berdiri itu menjadi begitu istimewa. Kau dan aku menjadi dua tubuh yang tak berjarak melebur dalam satu raga, begitu mengerti dan terlelap didalamnya.
Satu malam berdiri itu kau menatapku dalam, membiarkan tatapan kita lekat dan bibir kita saling bertaut. Mendekap erat membisikan cerita di pucuk daun telinga, mengayunkan langkah yang tercipta dalam irama jari jemari kita. Berdansa diatas angin yang berhembus nakal diatas permukan tahan yang basah oleh hujan. Malam itu, ketika kita sama-sama berdiri, kita mungkin sama-sama mengerti bahwa hanya kita yang mengerti.
Satu malam berdiri menjadi cukup indah ketika iya kini hanya mengatung-ngatung dalam benak kita. Cukup satu malam berdiri, karena satu akan melengkapi dan dua terlalu berlebih. Jadi, biarkan satu malam berdiri itu kau panggil aku sayang dan kita saling berbagi ruang.
No Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>