Malam Pasca Purnama Kala Kunang Jadi Raja


JANGAN MAIN-MAIN DENGAN KEPERCAYAANMU
July 22, 2006, 8:49 am
Filed under: Uncategorized

Sialan, dia memang brengsek,..

Laki-laki itu langsung merasa superior ketika kubercerita bahwa aku sudah tidak perawan. Merasa berkuasa atas filosofi hidupnya yang rutin bermasturbasi tiap minggu. Dia tidak pernah menyadari bahwa lekuk tubuh wanita terlalu indah untuk sekedar dia nikmati melalui blue film dan majalah porno. Ketika ditantang diskursus mengenai virginitas, dia mengkerut. Memilih untuk mengagungkan pemahamanya mengenai wanita. Dengan sesumbar dia ngotot mengusung mitos agama. Kini ia telah menjadi begitu menyebalkannya karena telah menilai tanpa objektivitas. Menganggap sex sebagai hal yang menjijikan dan tabu untuk dikonsumsi tapi halal untuk diicipi.

Lucunya, suatu malam kupergoki dia, penasaran menawar pecun-pecun Mahakam. Dan lagi, kekerdilannya tidak berani membayar mahal keindahan tubuh wanita. Baginya tubuh wanita terlalu mahal untuk dihargai 600 ribu.

Akupun tertawa terbahak-bahak ketika ia menceritakan kisahnya yang baru saja ditinggalkan pacarnya. Wanita yang 4 tahun terakhir ini dia cintai dan pupuk keperawanannya untuk dinikmati di ranjang pengantin. Namun kini dimiliki dengan cuma-cuma oleh laki-laki lain. Ironis!

Satu hal lainnya yang selalu dia banggakan dan terdengar menjijikan di telingaku. Dia selalu bercerita bahwa banyak sekali wanita yang mengatakan betapa seksi bibirnya dan berkomentar “Kayaknya nyium bibir loe enak kali ya”. Aarrghhhhh…O my Almighty, $#@!! Suatu cara pengalihan dan penyesalan yang ngga banget gitu deehh…. Karena aku tau sebetulnya dia hanya mengutuk keperawanan bibirnya yang kering dan pecah-pecah.

Kenyataannya dia hanya laki-laki berusia 27 tahun tanpa sex appeal. (jangan dianggap laki-laki saja yang punya kacamata konstruksi wanita, wanita juga punya konstruksi terhadap sosok laki-laki idaman). Laki-laki yang termakan pada doktrin berat sebelah absurb, tanpa tau batas mana yang tepat untuk memposisikan dirinya. Kalau saja dia mau jujur dan rendah hati, dia tidak perlu memaksakan dirinya begini….

To: U suck



A FREEDOM TO LIVE
July 21, 2006, 8:22 pm
Filed under: Uncategorized

Capoeira sebagai salah satu jenis bela diri nasional negara Brasil dalam sejarahnya tidak terlepas dari unsur politis dan kekuasaan. Capoeira sendiri dilahirkan oleh para budak Afrika sebagai bentuk pemberontakan terhadap penindasan dan perlakuan yang tidak adil pada diri mereka. Salah satu usaha yang seringkali menjadi motif seseorang untuk memperthankan kekuasaan adalah dengan menanamkan rasa takut, karenanya rasa takut menjadi suatu hal yang lazim digunakan oleh orang yang berkuasa untuk mengendalikan orang lain. Bayangkan sekitar lima belas orang budak Afrika dengan kondisi fisik yang cukup kuat dan terlatih bekerja di perkebunan, akan tunduk hanya pada sebuah cemeti yang dipegang sang mandor. Tapi manusia, tetaplah manusia… Diawali dengan mengkonstruksi konsep manusiawi dan kebebasan dalam benak mereka. Suatu usaha dialektis yang pasti terjadi dalam pertarungan batin. Lalu dilanjutkan pada kesadaran akan hak, kemauan, dan keberanian. Keberanian untuk mewujudkannya dalam sebuah tindakan, menjadikan pemberontakan sebagai sebuah proses untuk menuju ke arah hidup yang lebih baik. Berontak bukan tanpa sebab… Kesalahan yang sering terjadi ketika konsep kebebasan sering diputar balikan antara Kebebasan dari… atau Kebebasan untuk… Makna semiotik yang terkandung tentu memberikan pengertian yang berbeda terhadap masing-masing konsep. Kebebasan dari… hanya mempertimbangkan suatu usaha agar terlepas dari suatu kondisi, hanya memperhatikan satu sisi pendorong, unplanned.. Kebebasan untuk… Melakukan suatu tindakan dalam usaha untuk mencapai sutu hal tertentu, memperhatikan faktor penarik, dan terencana ke depan.. Dan begitulah alkisah budak-budak yang berhasil kabur dari tuan tanahnya, mereka mendirikan pemukiman di pedalamam hutan yang dikenal dengan daerah palmares. Sambil menyusun rencana untuk membebaskan teman-teman mereka yang lain dengan cara menyamar sebagai pedagang mereka terus berlatih Capoeira untuk mempertahankan diri dari serangan para penjajah. Banyaknya budak yang kabur telah membuat si Om Portugis rugi bandar, banyak lahan-lahan yang tidak terurus, gara-gara budaknya pada kabur ke palmares. Omset penjualan menurun, defisit ekonomi negara membuat para penjajah itu makin kelimpungan ditinggal sumber daya manusia terbesarnya. Faktor X yang tak akan pernah terjawab dalam setiap cerita hidup dan sejarah manusia. Unsur absurb yang tak terukur dalam varibel angka ataupun logika. Cerita Tuhan… Belanda melalukan invasi mendadak ke Brazil. Om Brazil yang jelas-jelas sedang dimusuhi oleh istri dan anak-anaknya tidak mampu menghadapi serangan gaya debt collector yang dilakukan Belanda. Portugis angkat kaki, Belanda dapat rumah sitaan. Walhasil istri dan anak-anak yang merasa memiliki rumah tersebut tidak terima hak mereka diambil semena-mena. Dengan mgumpulkan semua kekuatan yang tersisa para budak terus melakukan perlawanan gaya gerilya kepada Belanda. Belanda dengan pemikiran kolonialisnya menganggap palmares sebagai ancaman untuk menjalankan kekuasaannya, dan akhirnya sebagian pasukanpun dikirim untuk melakukan penyerangan ke daerah tersebut. Dan Tuhan, mulai mengarang lagi… Nasib para budak yang dikejar-kejar penjajah itu memang beruntung bisa lolos dari lubang jarum. Penjajah itu diduga tidak dapat mencapai palmares (alasannya sih karena medannya yang berat, dan karena para budak itu dibantu orang-orang indian penduduk asli pedalaman).



HANYA KESEPIAN
July 19, 2006, 6:22 am
Filed under: Uncategorized

Tidaaaakkkk!!! Jerit si pikiran ketika sebuah pop-up muncul di layar ym bertuliskan “Leoni lo workcoholic ya?” Menarik hidupku kasar pada bola-bola bermotif psychedelic warna-warna retro. Aku terbang melayang-layang kebingungan dengan wajah polos tak mengerti. Seumur jengkol ngga pernah kebayang dapet label begituan. Mengapa dunia semu mendongkrak naluri kelelahan yang kemarin ngambek ngga mau bekerja. Aneh, setelah sebulan yang lalu muncul sebuah ide lucu untuk mengakhiri hidupku dalam sebuah bathub penuh air hangat di salah satu kamar hotel yang sengaja kusewa, sekarang aku terkatup diam didepan hembusan fan PC. Ada yang punya ide? Sebetulnya aku hanya wanita kesepian yang butuh teman ngobrol, teman bicara soal apa aja, tanpa nilai dan batas, tidak lebih. Si cerita kini hanya bisa mengambang dalam huruf-huruf yang berlari kesana kemari. Aku kesepian, ditengah gemeretak gerak jari-jari diatas keyboard. Butuh teman, belaian, dan hangatnya pelukan lega, lagi-lagi tidak lebih!berendam tenggelam dalam buih-buih khayalan. Mengajak si pemimpi kabur sejenak dari kepenatan, sendirian. Ada dunia yang sedang menggap-menggap minta ruang buat bernafas saat ini. Meski sebetulnya banyak sekali ruang kosong disana, benar-benar kosong! Sampai hampa dan tak terasa keberadaannya. Apakah ini dunia manusia-manusia pekerja Jakarta yang tergulung pada rutinitas hidup? Melupakan esensi keberadaan dan hakikat jiwa itu sendiri, sombong dan angkuh dalam rasa kemapanan yang rapuh? Ketika semua berhenti di tanda tanya, ada yang sepakat dengan saya????



MY TANGLED SOLITUDE DAY
July 12, 2006, 6:09 pm
Filed under: Uncategorized

Hanya melompat-lompat kecil dari satu file ke file lain. Tiga bulan tanpa cocktail dan sepack malboro menthol. Arrrrghhhh… muak kesal dengan rasa sakit di tulang punggung belakang yang lebih sering nyeri terlalu lama menghadapi layar flat 15 inc dengan teks-teks monoton. Kali ini aku harus bertabur bintang-bintang permintaan manusia-manusia yang mulai kehilangan naluri petualangan hidup. Biar saja mereka percaya pada kehidupan instan ciptaanku. Ngga peduli, yang penting aku masih bisa gajian, bayar tagihan, membeli sepack Malboro Mentol dan segelas Margarita lalu kembali menari dalam pelangi utopia, sendiri saja. Cukup menghibur meski kadang mulai bosan. Lalu apalagi? Cerita cinta selalu mengacu pada Romeo Juliet ataupun Laila Majenun, cerita misteri selalu berjalan pada kisah-kisah halusinasi orang lain maupun kondisi trance yang itu-itu saja. Bagaimana dengan ceritaku, kamu dan mereka. Masih berkutat pada besok gw harus masuk kerja, ngerjain tugas, mikir makan siang pake apa, nunggu bis di pinggir jalan, menghirup timbal dan karbon, syukur2 dapet kenalan dibangku sebelah atau ada yang ngajakin dugem pulang kantor. Taiiikkk banget ngga siy! Bunga-bunga transparan, cermin ketelanjangan manusia dalam ketidakberartian cinta. Menunggu-nunggu sang secret admirer mengetuk pintu pagi hari dengan sebouquet bunga lili dan sekotak coklat. Puiiihhhh…..dongeng posmo yang menyebalkan. Terlalu melompati realitas yang tiap pagi terbangun dengan mengucek belek nongkrong di wc dan berkumur dengan segelas kopi tubruk yang terlalu encer kebanyakan air. Sopan dong! Aku memang harus belajar lebih sopan menghargai dunia khayalan. Tapi kucinta, kucinta semua sekenarioMu Tuhan. Karya-karya yang tak pernah ku mengerti sumber inspirasinya. Tak mudah, biarkan ku terlarut dalam kompleksitas nurani ceritanya. Biarkan semakin dalam semakin memikat dalam 24 tahun hidup.