Malam Pasca Purnama Kala Kunang Jadi Raja


THIS WONDERFUL WORLD FULL OF GRAVITY
May 18, 2006, 8:23 pm
Filed under: Uncategorized

Ketika kau berumur, kerutan disudut matamu bertambah, sedikit demi sedikit otot-otot payudaramu tidak seindah dulu lagi karena gravitasi tak mau lagi kompromi. Bercermin pada ketidakabadian, hukum alam: satu hal yang yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri. Memijat pipi-pipimu yang mulai turun dengan krim-krim malam berharga jutaan. Bertanya-tanya mungkinkah sedikit suntikan dokter bisa membantunya. Garis-garis di dahimupun semakin tertarik untuk menunjukkan identitasnya, menggambarkan senyum yang bercerita mengenai panjangnya pemikiran-pemikiran dan pertimbangan hidupmu. Bibirmupun kian kusam, melekatkan kudapan-kudapan lipstik yang sering lupa kau seka karena terlalu lelah pulang bekerja.

Aku menua…, tiada yang lebih indah daripada menyadari bahwa dadaku sudah tidak bisa lagi tertawa sambil menghabiskan satu bungkus Malboro menthol di kerlap kerlip lampu cafe. Menyadari bahwa mataku semakin rabun ketika harus membaca daftar minuman di bar. Dan merasakan bahwa dentuman musik-musik malam mulai menekan perutku yang sudah lelah karena tarian-tarian alkohol? Iya aku mau pulang saja, cuci kaki dan menghabiskan beberapa novel yang menarik, karena besok aku harus pergi ke dokter kulit langgananku. Lagi pula Seus Deasy pasti akan ngedumel seandainya aku bolos Yoga lagi, padahal dia dulau adalah orang yang sangat pro pada Body Languange. Hingga kucoba merayunya di acara arisan bulan kemarin untuk datang pada pembukaan kelas baru Yoga oleh pelatih privatku. Awalnya dia enggan dan acuh tak acuh, namun tampaknya antusias undangan yang lain untuk mencoba kelas Yoga pemula, sedikit membuatnya penasaran, lupa akan gengsinya, dia pun duduk bersama undangan yang lain. Hingga tiba pada sesion meditasi dan pernafasan yang membawa para undangan hanyut pada kedalaman diri mereka masing-masing, Seus Deasy pun ikut keasikan bermimpi. Mungkin dibenaknya ia sedang menghayalkan tubuh instruktur senamnya yang seriang dia idam-idamkan. Hihihihihi…sudahlah, setiap wanita pasti punya fantasi nakal dalam hidupnya. Gimana Seus? Mau coba datang lagi minggu depan? Aduuuuh… gimana ya, abis gerakannya gitu-gitu aja sih, tapi aku liat dulu yah kamis depan kalo aku ngga ada acara mungkin aku bisa ikut kelas lagi.

Ndaa udah diminum obatnya? jenguk Nala, putra sulungku. Iya sayang Bunda masih harus ng-check pembukuan dulu, sebentar lagi Bunda minum koq. Tuh kan Bunda selalu lupa kalo udah keasikan kerja, memang alarmnya ngga dinyalain ya? Ya Ampuuunnn, Bunda lupa tadi habis telpon Ayah handphonenya ketinggalan dibawah, jadi Bunda ngga kedengeran deh. Pokoknya jangan lupa diminum obatnya ya Nda… Oya, bulan depan Fre, mo pentas drama mahabaratha di sekolahnya, trus di minta supaya Eyangnya bikinin dia kostum untuk perannya. Hehehe.. memang dia dapet peran apa sih? Tebak dong Nda! Pasti Srikandi. Iya bener… Dasar! memang anak tomboy, sukanya berantem sih pasti dia sendiri yang minta peran itu. Iya Nda, katanya dia pengen jadi Srikandi yang kuat, biar bisa ngelawan Bhisma.

Berlari… Berlari… dengan rentan-rentan syaraf motorik merasuk cerebrum kanan, mulai Bergetar. Menarik file-file memory, melalui masa terbang kesetiap sudut. Merengkuh kisah yang telah diurut berdasarkan alfabet lalu menariknya dalam proyektor transparant masa kini, sekejap terperangah dan tersenyum malu. Lipatan-lipatan manis kisah yang tidak sempat terjamah oleh ingatan kemarin. Hanya sejenak dan menarikku kembali pada……

Nda… istirahat gih besok aku telpon lagi. Bye Nda, Assalamualaikum.. klik




No Comments so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>