Malam Pasca Purnama Kala Kunang Jadi Raja


MAAF, BANDWITH ANDA SUDAH OVERLIMIT
May 8, 2006, 8:32 pm
Filed under: Uncategorized

Wah gawat koneksinya mulai ngga stabil, apa udah over limit ya? Masalahanya untuk registrasi light internet aku cuman dikasih 500 MB, tau gitu aku ngambil yang medium aja. Agak bt juga sih. Acara cyber orgasmku jadi batal. Shit.. kepalang tanggung. Mau nerusin baca Mahabarata dah ngga asik, mendingan besok pagi sambil menyapa secangkir kopi. Aku ngga mau tidur dengan ambisi tak terlampiaskan. Musti gimana dong, pusing juga nih kentang! Telpon 147…..

I am an arc, I am the rudder
In a saga, saga of your breath
Across the skies, Ill take u to the highest place..
In the road of eternity
Well go with the wind blows

And now I must sacrifice,
my whole life to you
At least I could find myself,
In a fineness of you

I am an air, I am the amber
You can hold me now, hold me in your arms
Across the skies, Ill take you to the highest place
In the road of eternity
Well go with the wind blows

–Homogenic–

Goddamm….ada sebuah sabotase yang menyebabkan aku dan si-kasih tidak bisa bercumbu malam ini. Kenapa sih si koneksi ngga bisa disogok buat nganterin surat cinta ku ke si-kasih. padahal aku telah menjanjikan semangkok bakso setelah misi berhasil dijalankan. Memaki maki si koneksi yang tak kunjung kembali, timbul kecurigaanku kalau ternyata si koneksi juga naksir sama si-kasih. Jadilah bayangan teori konspirasi berkecamuk “…..Dia pasti mengganti nama ku dengan namanya disurat itu…” Padahal aku telah menghabiskan beribu malam untuk merangkaikan kata-kata dalam surat itu. Si koneksi yang tak tau diri cuman bisa mengambil duit sogokan, dan kabur entah kemana, jadilah hubunganku dengan si-kasih timbul-tenggelam. Padahal hanya sebuah surat, tidak lebih… berharap si-kasih mengerti kata hatiku. Terbanglah surat cinta, terbanglah dua lembar gocengan, terbanglah…

Dan sekarang mungkin saja si-kasih sedang jalan-jalan ataupun nonton layer tancep dengan si koneksi, jajan kacang goreng sambil minum es-sirop. Sialan, padahal itukan salah satu sekenario yang kuharapkan berimbas dari surat cintaku ke si-kasih.

Cerita soal jajan, sebetulnya ada sebuah jajanan dalam toples yang ingin kubagi bersama si-kasih. Entah mengapa, jajanan toples selalu menarik untukku. Berbingkai kaca dengan sisa gula-gula ditepinya. Biarpun kosong, aku selalu penasaran untuk mengerahkan tanganku mencari yang tersisa di tepi-tepinya. Toples sisa gula-gula dengan warna-warna majemuk. Aku bisa melihat jari-jariku berwarna-warni ketika kuangkat, ada yang hijau, orange, merah, dan ungu. Kubaui..kujilati..dan kunikmati. Seperti permen karet double tape rasa water melon (makanan favoritku waktu smp). Aku tau si koneksi pasti tidak akan mungkin bisa memberikan jajanan sedasyat jajanan toples pilihanku untuk si-kasih. Tapi yaah… percuma, ini semua karena salahku yang telah memilih si koneksi untuk mengantarkan surat cintaku….

Ketika nanti aku bertemu dengan si koneksi dijalan aku tidak akan menghardiknya ataupun menghajarnya. Karena aku tidak mengerti, mengapa hanya si-koneksi yang sekarang bisa menjadi perantara kata hatiku. Akan kutitipkan salam termanisku untuk si-kasih. meski dalam penyampaiannya mungkin akan terjadi banyak distorsi. Dan aku tetap selalu berharap si-kasih dapat mengerti, dari jauh…




No Comments so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>