Filed under: Uncategorized
Adakah yang indah dari sebuah perpisahan?Ku tak percaya. Karna hanya perih yang tersisa. Mungkin disela-sela deru mesin kereta yang membawaku pergi jauh darimu. Jarak itu mati tertutup khayal. Kita memang selalu bermimpi..dan terus bermimpi… apalagi yang menghidupkan rasa kalau bukan harapan. Hari dan waktu kian mengoyahkan keyakinan, mimpi makin tak pasti. Aku masih hidup, tolong jangan matikan aku dalam mimpi, demi jiwa. Apa yang akan kita ukir tanpa pahat, meski kupercaya kita masih mempunyai jari-jari. Apalagi yang harus kupercaya dari kikisan hari-hari tanpamu. Ketiadaan, cinta utopis. Aku pernah berkata suatu ketika dalam percakapan mesra kita. “Aku benci jarak.. ketika aku sudah begitu dekat, seperti menunda dan menguji” Bahkan untuk sebuah rindu lagi, aku mulai merasa sesak. Jadi sekarang aku hanya mahluk sekarat tanpa cinta…Cintaku kian menjauh berlari entah kemana dan aku hanya diam termangu, tak tau musti bagaimana. Entah, hanya bayang, hanya kenangan, aku hidup dari serpihan bahagia hari kemarin. Seperti katamu, “Hubungan yang tidak mungkin”
No Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>